Dua sisi wajah yang sangat kontras
Hari ini cuaca kota Bandung sama seperti hari- hari sebelumnya,, namun di siang ini keadaan lalu lintas sangat padat dan kemacet terjadi di berbagai titik . Entah apa yang terjadi dengan suasana kota Bandung sekarang ini. Kota yang dulu hijau dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi, sungai-sungai bersih dan warganya yang terkenal dengan keramahannya membuat kota Bandung sebagai salah satu kota yang menarik perhatian. Sungguh indah kota ini, pagi hari kita dapat merasakan sejuknya udara yang bersih dan berolah raga di taman diiringi kicauan burung yang bermain diantara ranting dan dedaunan , siang hari merupakan waktu yang tepat untuk belanja bersama teman dan pada malam hari kota Bandung sangat indah pemandangannya, kilauan lampu malam yang sinarnya mencoba menerangi satu titik seakan menari – nari di kegelapan malam.
Selain keadaan alam yang membuat kita nyaman, kota Bandung merupakan salah satu kota sentra mode dan kota pendidikan di Indonesia. Sungguh dapat dibayangkan kesempurnaan kota ini. Siapa yang tidak akan tertarik untuk bermukim, berbisnis dan menyelami ilmu di kota ini.
Seiring waktu berjalan, kota Bandung mulai menggeliat mencoba bangun dari tidurnya. Sebagai salah satu kota yang sangat strategis dan menunjang perkembangan di berbagai sector, para warga kota bandung mulai menyadari untuk memanfaatkan peluang ini. Dari waktu ke waktu mulai terjadi perubahan disana sini. Rumah – rumah jaman kolonial belanda disulap menjadi rumah mode, lapangan tempat anak-anak bermain sepak bola diubah menjadi gedung-gedung pencakar langit, jurang – jurang terjal dirombak menjadi real estate dan lahan yang sangat sempit dapat dengan mudah berubah menjadi tempat rekreasi. Tidak memerlukan waktu yang lama dalam proses pembangunan ini. Bandung dengan mudahnya di sulap menjadi kota modern yang tak kalah bagusnya dengan kota metropolitan, serta dapat mengundang rasa iri kota yang berada disekitarnya. Hal ini membuktikan kepada dunia bahwa ini merupakan keberhasilan para pemimpin kota priangan serta keahlian yang diaplikasikan oleh para penimba ilmu.
Namun sayang, kota yang modern dan mengundang iri kota yang lain ini memiliki tabir kelam tersendiri. Betapa tidak dapat dibayangkan sebelumnya, dulu kita bangun pagi karena dibangunkan oleh suara kicauan burung namun sekarang kita dipaksa bangun dari tidur yang lelap oleh deru mesin knalpot yang sangat berisik. Udara pagi yang sejuk kini berubah menjadi lautan gas karbon monoksida yang sekali kita hirup dapat merusak sistem pernafasan. Jalan raya sangat hiruk pikuk oleh kendaraan berbagai merek buatan luar yang tak henti-hentinya menggilas jalanan aspal membuat suhu disiang hari menjadi sangat tinggi bahkan mempengaruhi pada peningkatan pemanasan global. Memang benar selain ada dampak positif ada pula dampak negative dari pembangunan ini. Namun hanya segelintir saja warga Bandung yang dapat menikmati hasil dari pembangunan ini, sebagian besar hasil pembangunan ini di nikmati oleh orang - orang berdasi dan orang berkantung tebal yang kian hari terus berbondong bondong hijrah ke kota Bandung. Sedangkan warga Bandung asli yang hanya hidup seadanya seakan di usir dari tempat terindahnya menuju lorong – lorong gang sempit dan gersang yang hanya untuk bernafaspun sangat sulit.
Pembangunan ini memunculkan dua sisi wajah yang sangat kontras. Di satu tempat di bangun hotel mewah dengan fasilitas terbaik mulai dari bintang 3 hingga bintang lima, dengan gaya arsitektur Indonesia maupun gaya arsitektur asing yang sangat megah dan indah. sedangkan di tempat yang terpinggirkan dibangun bedeng bedeng gubuk yang terbuat dari kardus dan triplek seadanya, disatu titik dibangun tempat rekreasi yang menyerupai mother land namun di tempat lain anak-anak kecil bermain di pinggiran bantaran sungai yang kelam karena airnya telah tercemari oleh zat – zat buangan industry yang tidak hanya merubah warna air saja namun juga merusak ekosistem air. Hutan – hutan yang hijau tempat penyuplai oksigen dan tempat penyerapan air hujan digunduli satu persatu, bahkan dibakar dengan mudahnya tanpa memikirkan keseimbangan alam diganti menjadi tempat-tempat yang tidak jelas peruntukkannya.
Perubahan ini tidak hanya dialami oleh kota Bandung saja, namun juga dialami oleh berbagai kota di belahan dunia ini, maka tak dapat dielakkan lagi pencemaran , perusakan ekosistem darat, air , udara terjadi dimana-mana. Dari waktu ke waktu suhu dibumi mulai meningkat, pemanasan global pun mulai terjadi dan mengakibatkan lapisan ozon mulai berlubang.
Aku tidak mencoba untuk menggerutu,menjelek jelekkan kota Bandung atau mengungkit ungkit kekurangan kota ini, namun aku merasa miris dengan semua perubahan ini. Pembangunan semua ini tidak diiringi dengan penyesuaian alam. Seharusnya tidak hanya pembangunan gedung- gedung yang dilakukan, namun dilakukan pula pembangunan mental, spiritual agar intelektual yang tinggi diikuti dengan keyakinan iman yang tinggi. Jika seperti itu, maka pembangunan akan berkesinambungan. Berharap saja tidak akan membatu sedikitpun, maka dari itu kita sebagai generasi muda harus melakukan perubahan atas semua paradigma ini. Aku lahir dan besar di kota tercinta ini, kota yang dulu ku kenal riang sekarang menjadi kota berwajah dingin. Akankah ada masa dimana perubahan ini akan berbelok ke arah yang lebih baik? Kita tunggu saja, dan lakukanlah apa yang kamu bisa untuk menyelamatkan kota ini dari keterpurukan.
Minggu, 23 Mei 2010
Dua sisi wajah yang sangat kontras
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar